Jumat, 26 Februari 2010

sinopsis jumong episode 8-9

"Cepat pergi" kata Jumong pada So Seo No seraya melepaskan ikatan So Seo No.
So Seo No hanya diam. "Apa alasanmu menyelamatkan aku?" tanyanya curiga.
Jumong menarik lengan So Seo No. "Tidak ada alasan. Cepet pergi!"
So Seo No menghempaskan tangan Jumong. "Aku tidak percaya padamu. Yang lain pasti akan datang menyelamatkan aku."
Jumong kesal. "Apa kau tidak tahu orang seperti apa Do Chi itu? Dia membunuh orang seperti membunuh sapi dan babi. Jangan keras kepala dan pergi sekarang juga!"
So Seo No tidak beranjak. Mungkin ia terlalu angkuh untuk melakukannya.


Jumong berkata, "Ketika kau menyelamatkan aku di lumpur hisap, apa kau tahu siapa aku? Kau melihatku sekarat dan kasihan padaku. Kau menyelamatkan aku. Terserah kau mau percaya atau tidak. Kita tidak punya waktu lagi. Ayo pergi!"


Jumong menarik tangan So Seo No dan membantunya kabur lewat atap. Ia membantu So Seo No naik. Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo datang dan hendak mengejar So Seo No. Jumong menghalangi jalannya. Oyi berhasil naik ke atap, Ma Ri dan Hyeopbo berkelahi melawan Jumong. Oyi mengejar So Seo No namun kehilangan jejaknya. Di lain pihak, Ma Ri dan Hyeopbo memukuli Jumong hingga babak belur. Bu Young datang menghentikan mereka.
Ma Ri: Aku akan membunuh orang yang tidak tahu

berterima kasih ini!
Bu Young: Hentikan!
Ma Ri: Minggir!
Bu Young: Tolong jangan lakukan ini.
Oyi: Apa hubunganmu dengannya? Kau

mengenalnya, kan? Ayo bicara!
Bu Young: Bukan seperti itu!
Oyi maju hendak menghabisi Jumong. Bu Young berteriak, "Dia seorang pangeran! Dia adalah Pangeran Jumong."
Oyi, Ma Ri dan Hyeopbo terkejut. "Kita hampir membunuh seorang pangeran!" kata Hyeopbo.
Oyi: Jika dia memang Pangeran, berarti dia orang brengsek. Dialah yang menyebabkan Bu Young diusir dari istana.


Ma Ri: Tapi, pangeran tetap pangeran!

Hyeopbo: Jika Do Chi menemukan kita, ia akan membunuh kita. Cepat kita bawa bajingan itu... Maksudku, Pangeran, ke Do Chi. Ini bukan salah kita!
Ma Ri: Apa kau pikir Do Chi akan membiarkan kita hidup?
Hyeopbo: Lalu apa yang akan kita lakukan?
Ma Ri: Jika kita melakukan hal yang benar, kita bisa merubah nasib kita. Aku lebih baik membawa pergi bajingan itu dari pada harus menghadapi Do Chi. Kita telah menyelamatkan dia dua kali. Dia akan membalas budi pada kita.


Hyeopbo: Dia sudah diusir dari istana! Bagaimana dia bisa membalas budi?
Ma Ri: Ia pasti akan kembali ke istana suatu saa

t nanti.Yeon Ta Bal memutuskan untuk menemui Do Chi. Do Chi meminta Yeon Ta Bal untuk memberinya sutera dengan jumlah lima kali lipat dari garam yang telah dicuri Yeon Ta Baldan janji bahwa Yeon Ta Bal tidak akan pernah mengulangi ini lagi. "Menyembahlah di kakiku."


Anak buah Yeon Ta Bal mengacungkan pedang mereka, diikuti oleh anak buah Do Chi. Yeon Ta Bal menginstruksikan mereka untuk menyimpan kembali pedangnya. "Aku akan memenuhi permintaanmu. Tapi sebelum itu, aku ingin melihat apakah putriku baik-baik saja."


Do Chi memerintahkan anak buahnya, Han Da

ng, untuk memeriksa So Seo No, namun So Seo No sudah tidak ada. Ia memberi tahu Do Chi.
Do Chi mencari-cari alasan. "Aku berpikir lagi, lima kali lipat garam tidaklah cukup. Aku ingin kau menyerahkan semua asetmu di BuYeo dan pergi."
"Dimana putriku?" tanya Yeon Ta Bal, curiga. "Aku tidak bisa menyetujui transaksi semacam ini."
Do Chi: Apa kau ingin putrimu mati?


Yeon Ta Bal menjawab dengan tenang, "Jika itu memang takdirnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa."
Do Chi sangat marah. Ia memukuli Han Dang tanpa ampun. Ia kemudian memanggil Bu Young dan memukulinya. "Dimana mereka?" tanyanya.
Bu Young: Aku tidak tahu.Yeon Ta Bal dan rombongan sampai ke rumah. Mereka disambut oleh So Seo No. "Ayah!" panggil So Seo No.


Yeon Ta Bal langsung berlari dan memeluk anaknya. "Kau selamat. Syukurlah."
So Seo No bercerita bahwa Jumong telah menyelamatkannya.Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo membawa Jumong pergi. Mereka menuju penjara rahasia. "Pemimpin di tempat itu adalah kakak kami."

Jumong: Apa pemimpin itu bernama Mu Song.


Hyeopbo: Benar. Apa kau mengenalnya?
Jumong: Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali.
Hyeopbo: Yang Mulia, tolong bicara pada kami seperti kau bicara dengan bawahanmu.
Jumong: Aku bukan seorang pangeran lagi dan aku tidak akan bisa menjadi pangeran lagi.


Ma Ri: Kalau begitu, ketika berada di luar istana, kami akan memperlakukanmu seperti kakak kami. Jadi perlakukan kami seperti adikmu.

Hyeopbo: Benar, Yang Mulia.
Jumong berpikir sejenak. "Baiklah."
Ma Ri dan Hyeopbo senang. "Kakak!" ujar mereka bersamaan.


Oyi datang membawa Mu Song. Mu Song terkejut melihat Jumong. Mereka kemudian menuju ke penjara rahasia. Jumong meminta Mu Song agar mengizinkannya tinggal dan bersembunyi di penjara itu.
Mu Song setuju. Ia mengajak Jumong ke sel tempat Hae Mo Su dikurung. Mu Song meletakkan obor di dinding, lalu berkata pada Hae M

o Su, "Aku membawakanmu teman untuk mengobrol."


Hae Mo Su: Terima kasih.
Mu Song pergi meninggalkan mereka. Hae Mo Su menoleh dan bertanya pada Jumong, "Apa kau pernah ke sini sebelumnya? Kau adalah orang yang bertanya siapa aku dan kenapa aku di sini. Jangan berdiri di sana. Duduklah."


Geum Wa memanggil Dae So dan Young Po. Ia memberikan jabatan Menteri Luar Negeri pada Dae So. Dae So harus melaporkan tentang negara Han dan klan-klan sekitar. Yeon Ta Bal akan membantu Dae So. Geum Wa memberikan tugas pada Young Po untuk membantu Jenderal Heuk Chi dalam memperkuat pertahanan BuYeo.

Ia bertanggung jawab melatih pasukan dan memikirkan strategi perang.
Dae So dan Young Po sangat senang.Jumong melanjutkan latihan bela dirinya bersama Mu Song.

kemampuan Jumong telah berkembang.. Ia bahkan bisa mengalahkan Mu Song. Mu Song menyarankannya untuk mencari guru bela diri lain yang lebih hebat.
Setelah selesai berlatih, Jumong kembali ke dalam sel.


Hae Mo Su: Apa kau berlatih pedang?
Jumong: Ya.
Hae Mo Su: Apa yang akan kau lakukan dengan kemampuanmu itu?
Jumong: Aku berlatih untuk melindungi diri.


Hae Mo Su: Kau pasti memiliki banyak orang yang ingin mencelakaimu. Kenapa kau di sini?
Jumong terdiam. Hae Mo Su menenangkannya. "Tidak apa-apa. Katakan padaku. Aku ditakdirkan untuk mati di sini. Jikapun aku ingin memberi tahu pada orang lain, tidak ada orang yang bisa diberi tahu."


Jumong: Aku melakukan kesalahan besar dan diusir oleh ayahku. Kedua kakakku berusaha membunuhku.
Hae Mo Su: Kakak ingin membunuh adiknya? Apa kau adik tiri mereka?
Jumong: Ya... Kejahatan apa yang membuatmu dikurung di sini?"
Hae Mo Su: Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak tahu?
Jumong: Lalu... Apa yang lakukan sebelum kau dikurung?
Hae Mo Su terdiam sejenak dan menarik napas dalam-dalam. "Apa kau... pernah mendengar tentang Pasukan Da Mul?"
Jumong: Tidak.
Ha Mo Su: Tentu saja tidak.

Mereka pasti sudah dilupakan oleh semua orang. Pasukan Da Mul, dengan tujuan mengembalikan kejayaan GoJoSeon, bertarung melawan Negara Han. Aku...adalah prajurit Da Mul."
Jumong berpikir. "Pasukan Da Mul?" gumamnya.

Dae So mengunjungi kediaman pedagang GyehRu. Yeon Ta Bal menyambutnya. "Ini adalah putriku, So Seo No."
Dae So tersenyum. "Kita bertemu lagi." katanya.
Dae So, Yeon Ta Bal dan So Seo No membicarakan tentang keadaan negara dan klan-klan sekitar. Terlihat sekali kalau Dae So menyukai So Seo No. So Seo No marah karena ayahnya menggodanya.


So Seo No kembali ke kamarnya. Oo Tae masuk dan melaporkan tentang Jumong. "Jumong melarikan diri dari Do Chi. Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi tetap tidak bisa menemukannya. Jika kau mengkhawatirkannya, aku pasti akan menemukan dia untukmu, Nona."


So Seo No: Tidak perlu. Aku hanya perlu menunggu takdir apakah akan bertemu dia atau tidak."Mu Song memberikan kitab ilmu bela diri, makanan, serta arak kepada Jumong. Jumong duduk di samping Hae Mo Su dan mengajaknya minum bersama.


Jumong: Ceritakan padaku tentang Pasukan Da Mul. Kau bilang, kau berperang melawan Han. Kudengar, Negara Han memiliki persenjataan yang hebat. Bagaimana caramu bertarung melawan mereka?


Hae Mo Su: Apa kau tahu senjata apa yang paling kuat di dunia ini? Bukan persenjataan yang hebat, tapi keinginan untuk bertarung sampai mati. Itulah jalan pasukan Da Mul.
Jumong: Lalu... kenapa Pasukan Da Mul yang kuat bisa dilupakan oleh orang-orang? Apa mereka dikalahkan oleh Negara Han?


Hae Mo Su terdiam dan meminum araknya. "Alasan kenapa Pasukan Da Mul kalah adalah karena kebodohanku." kata Hae Mo Su sedih. Ia teringat peperangan terakhirnya melawan Han. "Saat pertarungan melawan Han, aku dikepung, dijebak, dan ditangkap oleh musuh.

Karena itulah... Pasukan Da Mul dihabisi. Aku kehilangan kedua mataku dan wanita yang kucintai. Aku berkata bahwa aku tidak tahu kenapa aku di sini. Tapi sejujurnya, aku tahu. Aku mengurung diriku sendiri. Dengan perasaan malu dan rasa bersalahku... Dan untuk menebus janji yang tidak bisa kutepati.. yaitu menjaganya untuk selamanya.

Aku... ingin membayar kesalahanku."Oyi melihat Bu Young dari jauh. Ia marah ketika melihat Han Dang memukul Bu Young. Hyeopbo menyuruhnya bersabar, menunggu waktu yang tepat. Oo Tae mengamati mereka dari jauh.

Mu Song menemui Mu Duk dan mengatakan keberadaan Jumong. Mu Duk memberi tahu Yoo Hwa. Yoo Hwa pergi diam-diam ke penjara rahasia untuk menemui Jumong.

Na Ru mengikutinya.Jumong berlatih bela diri dari kitab yang didapatkannya dari Mu Song. Hae Mo Su menyadari gerakan-gerakannya dan bertanya, "Apa yang lakukan?"
Jumong menoleh. "Aku sedang berlatih."


Hae Mo Su: Tutup kitab itu. Sebagai bayaran karena telah mendengarkan aku, aku akan menjadi gurumu.
Jumong: Kedua matamu buta, bagaimana kau mengajari aku?
Hae Mo Su: Selama aku buta, aku membuka hatiku. Itu lebih baik dibandingkan kemampuan untuk melihat."Chu Mo!" Mu Song tiba-tiba datang dan menyuruh Jumong keluar sel. "Kemarilah. Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."


Jumong terkejut melihat ibunya datang. "Ibu!"
"Jumong!" Yoo Hwa berlari mendekati Jumong dan melihat keadaannya. "Apa lukamu sudah sembuh?"
Jumong: Ya. Ibu jangan khawatir.


Hae Mo Su mendengar suara Yoo Hwa dan berjalan mendekat ke jeruji sel agar bisa mendengar lebih jelas.
Yoo Hwa: Sekarang aku sudah melihatmu masih hidup. Kami harus pergi. Mu Duk, ayo kita pergi."
Jumong: Ibu..


Yoo Hwa: Aku tidak punya kemampuan untuk melindungimu. Kau harus melindungi dirimu sendiri.
Yoo Hwa berjalan pergi. Jumong memanggilnya, "Ibu!"
Hae Mo Se berusaha mendengarkan. Apa ia mengenal suara itu?Na Ru melaporkan pada pihak Dae So tentang keberadaan Jumong.

Permaisuri menemui Geum Wa untuk menanyakan tentang penjara rahasia. "Apa kau tahu bahwa BuYeo memiliki penjara rahasia?" tanyanya.
Geum Wa mendongak. Ia kemudian menemui Perdana Menteri untuk bertanya.
Geum Wa: Apa penjara itu memang ada?
Perdana Menteri: Benar. Penjara itu ada.
Geum Wa berteriak marah, "Kenapa aku tidak tahu tentang itu?!"
Perdana Menteri: Tenangkan dirimu, Yang Mulia. Raja sebelumnya pun tidak tahu.
Geum Wa: Jadi ada hal yang kau tahu, tetapi aku tidak tahu. Siapa yang dikurung di sana?
Perdana Menteri: Mereka yang melakukan kejahatan tersembunyi.
Geum Wa: Aku harus melihat tempat itu.
Perdana Menteri terkejut.

Ia akan menghalangi hal ini agar tidak terjadi.Hae Mo Su mengajarkan pedang pada Jumong. Walaupun Hae Mo Su buta, namun kemampuan pedangnya sangat luar biasa. Jumong terkesan.



Sinopsis Jumong Episode 9

Jumong terkesan pada kemampuan bela diri Hae Mo Su. "Aku sudah lama tidak melakukan ini. Karena itu aku agak tidak terbiasa." kata Hae Mo Su pada Jumong seraya menyerahkan pedang padanya. "Setelah sekian tahun, kemampuan pedangku pasti sudah berkarat."

Jumong memasukkan pedang ke dalam tempatnya. "Tidak. Walaupun aku tidak tahu banyak tenang berpedang, tapi aku belum pernah melihat orang yang kemampuannya hebat sepertimu, Guru.

Berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk menjadi sehebat guru?"
Hae Mo Su menyuruh Jumong duduk di depannya. Ia memeriksa postur tubuh dan tulang punggung Jumong. "Tulangmu terlalu lemah." katanya. Hae Mo Su memberikan tenaga dalam pada Jumong. "Aku sudah melancarkan titik nadimu. Setelah ini, kau bisa mengalirkan energimu dengan baik."Dae So dan Young Po terus memerintahkan Na Ru untuk memata-matai Jumong.

Mereka berencana menyerang penjara rahasia untuk membunuh Jumong. Young Po menawarkan diri untuk memimpin penyerangan, namun Dae So ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

Yeo Mi Eul berdoa dan mencari petunjuk. Ia mengatakan pada Perdana Menteri agar membiarkan Yang Mulia dan Hae Mo Su bertemu. Namun Perdana Menteri tidak setuju. Masih ada banyak orang yang mau mengikuti Hae Mo Su. Jikan Han tahu bahwa Hae Mo Su masih hidup, maka hal itu akan memicu terjadinya perang. Yeo Mi Eul mengatakan pada Perdana Menteri agar jangan khawatir dan biarkan mereka bertemu.Oyi, Mari dan Hyeopbo menemui Jumong.

Oyi marah kepada Jumong karena telah membuat Bu Young menderita. Oyi menantang Jumong bertarung. Jumong setuju, asal hal itu membuat hati Oyi lebih puas.
Oyi dan Jumong bertarung. Pada awalnya Jumong kalah dari Oyi. Oyi berhasil menendang Jumong dan membuatnya terjatuh. Namun kemudian Jumong membalas serangannya. Kekuatan tangan Jumong lebih kuat dibanding Oyi. Oyi kalah.

Jumong: Aku menyesal telah membuat Bu Young menderita. Aku pasti akan membebaskan dia.
Pertarungan dengan Oyi membuat Jumong sadar bahwa energi di dalam tubuhnya seakan mengalir dengan lancar. Tubuhnya merasa sangat ringan.Yoo Hwa termenung memikirkan Jumong. Geum Wa melihatnya dan mengajaknya berbincang. "Yang membuatku takut adalah kau. Aku bisa tahan melihat mayat dan tulang-tulang berserakan.

Namun melihat wajahmu yang sedih, membuat hatiku terluka. Aku percaya pada Jumong. Ia akan kembali dengan selamat. Jangan khawatir."

Permaisuri Wan Hoo merasa cemburu mengetahui Geum Wa mengunjungi Yoo Hwa. Ia bicara pada Young Po agar rencana kali ini untuk membunuh Jumong tidak boleh gagal.Dae So dan Young Po datang ke bengkel untuk mengambil pedang yang baru dari Mo Pal Mo. Mo Pal Mo mengkhawatirkan Jumong dan bertanya pada mereka tentang Jumong. Young Po menjawab ketus, "Dia telah melanggar perintah dan membakar bengkel. Ia sudah diusir dari istana dan bukan lagi seorang pangeran. Jangan pernah menyebut dia lagi."

Dae So, Young Po dan beberapa orang prajurit berlari menuju penjara rahasia untuk membunuh Jumong. Di lain pihak, Geum Wa dan rombongan istana berjalan menuju penjara rahasia untuk melihat tempat itu.Mu Song pergi ke kota. Jumong dan Hae Mo Su duduk berkonsentrasi untuk mengalirkan energi mereka.

Tiba-tiba beberapa prajurit datang dan menyerang penjara itu. Mereka membunuh para penjaga dan semua tawanan di sel besar tanpa ampun. Jumong merasakan kedatangan mereka.
Jumong: Guru, apa kau dengar itu?
Jumong penasaran dan mendekati jeruji sel untuk mendengarkan lebih jelas.
Hae Mo Su: 10 orang datang menyerang.
Jumong terkejut. Para prajurit itu sudah berjalan menuju ke penjara kecil tempat ia dan Hae Mo Su berada.

Jumong mengambil pedang dan bersiap-siap mempertahankan diri.
Dae So dan Young Po membuka penutup wajah mereka. Jumong sangat terkejut. "Kakak..." ujar Jumong. "Aku sudah diusir dari istana dan sekarang kau ingin membunuhku?"
Young Po: Aku tidak tahan hidup di bawah langit yang sama denganmu. Hadapi ini sebagai takdirmu.
Dae So: Semuanya akan berakhir seakarang.
Prajurit menyerang Jumong dan juga Hae Mo Su. Hae Mo Su bangkit. Dalam sekejap, prajurit-prajurit itu sudah terjatuh di tanah. Young Po bertarung melawan Jumong, dan dalam hitungan detik, Young Po kalah.

Tiba-tiba banyak prajurit lain yang berdatangan, ditambah prajurit pemanah. Setelah mengalahkan dan melewati banyak prajurit, Jumong dan Hae Mo Su keluar dari penjara itu dan berlari melewati hutan. Dae So, Young Po dan pasukannya mengejar mereka.

Dae So dan Young Po bersama-sama menghadapi Hae Mo Su. pedang Dae So berhasil menusuk perut Hae Mo Su. Hae Mo Su membalasnya dengan menusuk bahu Dae So. Dae So terjatuh. Jumong memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa Hae Mo Su kabur.

Rombongan Geum Wa sampai di penjara rahasia. Mereka terkejut melihat orang-orang di penjara sudah tewas.
Geum Wa: Apa yang terjadi?
Perdana Menteri: Aku tidak tahu.
Geum Wa: Jenderal, kau harus mencari tahu siapa yang ada dibalik semua ini.
Jenderal Heuk Chi: Baik, Yang Mulia!Jumong membawa Hae Mo Su dan menemukan sebuah gubuk tua di gunung. Hae Mo Su sekarat.

Ia menyuruh Jumong pergi meninggalkannya, namun Jumong menolak. "Tunggu di sini. Aku akan segera kembali." kata Jumong seraya berlari keluar dari gubuk.
Jumong menemui Ma Ri, Hyeopbo dan Oyi untuk meminta bantuan mereka. Jumong ingin membawa Bu Young.

Oo Tae mendengar percakapan mereka. Ia datang ke tempat Do Chi untuk membuat keributan dan membunuh anak buah Do Chi. Do Chi marah dan memerintahkan anak buahnya mngejar Oo Tae. Ternyata Oo Tae melakukan itu untuk mengalihkan perhatian Do Chi agar Jumong bisa membawa Bu Young.

Jumong menemui Bu Young dan mengajaknya ke gubuk di gunung untuk mengobati Hae Mo Su.Young Po membawa Dae So pulang ke istana. Dae So tidak sadarkan diri dan kondisinya sangat kritis. Permaisuri Wan Hoo dan Young Po ragu apakah mereka harus memberi tahu Yang Mulia atau tidak.

Young Po: Ibu, jangan khawatir. Aku akan memberi tahu Yang Mulia.
Geum Wa datang menjenguk Dae So. "Apa yang terjadi?"
Young Po: Kemarin aku pergi berburu bersama kakak. Namun terjadi kecelakaan. Kakak di serang oleh binatang buas dan terluka. Aku tidak mengira lukanya sangat parah.
Geum Wa: Apa kata tabib istana?
Wan Hoo: Tabib istana sudah berusaha sebaik mungkin, tapi...
Geum Wa: Panggil Yeo Mi Eul segera!

Jumong, Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo mengantar Bu Young keluar gubuk.
Bu Young: Aku akan menyelinap setiap hari untuk mengobatinya.
Oyi: Aku akan mengantarnya pulang.
Bu Young dan Oyi pergi.

Hyeopbo penasaran dan bertanya pada Jumong, "Kejahatan apa yang dilakukannya sampai dia dikurung?"
Jumong: Aku tidak tahu. Aku hanya tahu bahwa dulu ia adalah salah seorang prajurit Da Mul.
Hyeopbo: Dia adalah prajurit Da Mul?
Ma Ri: Ayah Hyeopbo adalah prajurit Da Mul.

Hyeopbo: Ibuku berkata ayahku tewas di medan perang saat melawan Pasukan Han. Pemimpin Pasukan Da Mul adalah Jenderal Hae Mo Su.
Jumong berpikir. "Hae Mo Su..."
Mereka bertiga kemudian masuk dan melihat keadaan Hae Mo Su.Yeo Mi Eul berusaha mengobati Dae So.

Geum Wa: Bagaimana keadaannya?
Ye Mi Eul: Masuk dan lihatlah dia. Sekarang dia sudah sadar.
Geum Wa dan yang lainnya masuk untuk melihat Dae So. Yeo Mi Eul memanggil Perdana Menteri dan mengtakan bahwa Pangeran Dae So tidak diserang oleh binatang buas.

Mereka kemudian memanggil Young Po dan bertanya padanya. Mulanya Young Po tidak mengaku, namun Young Po tidak pandai berbohong sehingga Perdana Menteri dan Yeo Mi Eul dengan mudah bisa memojokkannya. Young Po menceritakan segalanya pada mereka.
Young Po: Jumong bersembunyi di penjara itu. Kak Dae So dan aku ingin membunuhnya.Seorang pria tua datang ke rumah Yeon Ta Bal untuk membeli bulu harimau.

Mereka mengatakan bahwa bulu itu tidak baik karena jika diusap, bulu tidak kembali ke seperti semua. So Seo No percaya dan hampir menjual bulu itu dengan harga yang murah. Namun Yeon Ta Bal tiba-tiba datang.
Yeon Ta Bal: Gye Pil, potong kedua tangan oran ini!
Pembeli: Kenapa kau ingin memotong tangan kami?
Yeon Ta Bal: Kau menipu pedagang kami agar bisa membeli dengan harga yang murah. Kau membasahi telapak tanganmu dengan keringat sehingga bulu harimau tidak bisa kembali seperti semula.

So Seo No terkejut sekaligus kecewa. Ia merasa kemampuan berdagangnya masih kurang.
Oo Tae datang dan memberi tahu So Seo No bahwa ia sudah menemukan Jumong.So Seo No menemui Jumong. "Bagaimana kau bisa menemukan aku?" tanya Jumong.
So Seo No: Kau seperti ini karena aku, jadi aku datang untuk menolongmu. Aku ingin kau masuk ke kelompok pedagang kami. Kami akan melindungimu.

Jumong: Aku menyelamatkanmu bukan untuk mendapat hadiah. Terima kasih atas ajakanmu, tapi situasiku saat ini tidak memungkinkan untuk bergabung dengan kelompokmu.
Bu You datang. Jumong mengantarnya masuk untuk mengobati Hae Mo Su.

Jumong duduk seorang diri di padang rumput dekat gubuk. "Apa yang kau lakukan di sana?" Jumong mendengar seseorang berkata. Jumong menoleh dan melihat Hae Mo Su berjalan ke arahnya.
Jumong: Apa kau merasa lebih baik?
Hae Mo Su: Aku hampir pulih, jadi jangan khawatir.

Jumong tersenyum lega dan menuntun Hae Mo Su duduk di rumput.
Hae Mo Su: Bunga liar sangat wangi. Dulu, ada seorang wanita yang gagal aku lindungi. Baunya sangat manis.
Jumong menatap Hae Mo Su sekilas. "Aku... juga memiliki seorang wanita."

Hae Mo Su tersenyum. "Wanita yang kau cintai?"
Jumong: Dia ibuku. Aku... sepertinya juga gagal melindungi ibuku. Aku tidak bisa melindungi diriku sendiri, orang yang sangat tidak berguna.

Hae Mo Su: Apa kakak tirimu ingin membunuh ibumu juga? Kau harus melaporkan mereka ke pihak berwajib BuYeo.
Jumong: Pihak berwajib BuYeo tidak akan bisa berbuat apa-apa pada mereka.

Mereka adalah pangeran BuYeo. Aku adalah putra ketiga Raja Geum Wa, Jumong.
Hae Mo Su terkejut. "Apa katamu? Kau adalah putra Geum Wa?"
Jumong: Ya.

sumber:


http://princess-chocolates.blogspot.com

Kamis, 25 Februari 2010

Lee Yo Won akhirnya diwisuda



Ini sebenarnya berita lama, Lee Yo Won akhirnya diwisuda juga dari Universitas Dankuk pada tanggal 15 Februari 2008.

Karena kesibukannya, Lee Yo Won harus menghabiskan 9 tahun untuk mendapat gelar sarjana he..he..(Tirza: gpp...yang penting selesai...ya khan..)

Lee Yo Won, menikah dengan pemain golf nasional Park Jin Woo pada Januari 2003 dan tinggal di luar negeri selama 2 tahun, dia kembali ke Korea pada tahun 2005 dan mulai mengejar kariernya.Lee Yo Won dengan suaminya pemain golf Park Jin woo dan putri mereka (Foto diambil beberapa th yll.)Drama yang dibintangi Lee Yo won :


Queen Seon Deok (MBC,2009)
Bad Love (KBS2, 2007)
Surgeon Bong Dal Hee (SBS, 2007)
Fashion 70’s (SBS, 2005)
Daemang (SBS, 2002)
Pure Heart (KBS2, 2001)
Blue Mist (KBS2, 2001)
Tough Guy’s Love (KBS2, 2000)


Awards :
2007 SBS Acting Awards: Top Excellence Award for Surgeon Bong Dal Hee
2007 SBS Acting Awards: Popularity Award for Surgeon Bong Dal Hee
2001 KBS Acting Awards: Most Popular Actress
2001 Blue Dragon Awards: Best New Actress Award